Sabtu, 11 Maret 2017

RUMAH DISEWAKAN PERTAHUN

DISEWAKAN RUMAH PER TAHUN DENGAN SPESIFIKASI SEBAGAI BERIKUT ;
- Luas Tanah 100M
- Luas Bangunan 72m
- kamar mandi 2
- Kamar Tidur 2
- Kamar Solat 1
- Dapur 1
- Ruang Tamu 1
- Ruang Belakang
- Ruang Dapur 1
- Air menggunakan JetPump sistem Torn
Halaman Rumah luas, ada Garasi Mobil
ada halaman taman
Cluster hanya berjumlah 9 rumah, Aman, Nyaman dan Ramah, Dekat Mesjid, Lingkungan yang ramah
tertarik  Hubungi :
Yono Maulana
087789061666
masyon77@gmail.com
link OLX : http://olx.co.id/iklan/rumah-disewakan-cluster-di-jatiasih-IDkwPTy.html

berikut adalah foto rumah dan fasilitasnya;










Kamis, 02 Maret 2017

JUAL WEBSITE SEKOLAH

sebagai media Informasi sekolah website atau portal dianggap memiliki peranan penting, baik untuk media informasi maupun untuk aplikasi. dengan sekolah memiliki website memudahkan sekolah untuk menyebarkan informasi atau bahkan untuk sistem penerimaan siswa baru. jika anda membutuhkan website untuk sekolah bisa menghubungi kami di 087789061666. 

sudah disediakan dengan mode CMS atau bahkan anda bisa memesan sesuai dengan kebutuhan di sekolah, yakni di optimalkan untuk aplikasi sekolah. jika anda ingin melihat website sekolah yang sudah kami bangun bisa lihat di URL ini http://yonomaulana.com/sekolah/   

tidak perlu khawatir dengan harga yang mahal karena kami menyesuaikan dengan kemampuan anggaran anda dan akan dibantu secara bijak baik dari sisi biaya maupun kebutuhan modul sekolah.
anda membutuhkan website sekolah hubungi kami sekarang ! 087789061666

KONSULTAN AKREDITASI PUSKESMAS

Akreditasi Puskesmas menjadi kewajiban hal ini berdasarkan Permenkes Nomor 46 tahun 2015 tentang Akreditasi Puskesmas, Klinik Pratama, tempat praktek mandiri dokter, dan tempat praktek mandiri dokter gigi, selain itu, UU Nomer 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan (YANKES BERMUTU) , UU Nomer 29 Tahun 2004 Tentang Praktik Kedokteran (MUTU PROFESI) , PERRES Nomor 72 Tahun 2012 Sistem Kesehatan Nasional (MUTU PELAYANAN), PERPRES Nomor 12 Tahun 2013 Pasal 42 dan 43 (KENDALI MUTU KENDALI BIAYA)

dari itulah kini semua Puskesmas harus melalui proses standar mutu yang disebut dengan AKREDITASI PUSKESMAS versi KARS. Tentunya ini membutuhkan persiapan yang matang dan memperbaiki proses yang berjalan apabila tidak sesuai dengan standar. apa sebetulnya yang dinilai dalam akreditasi ? Pelayanan yang diakreditasi diantaranya adalah ;
1. penyelenggaraan administrasi manajemen 
2. penyelenggaraan upaya / program puskesmas
3. pelayanan medik / klinis dasar

ada sembilan (9) bab yang menjadi elemen penilaian dalam Akreditasi Puskesmas diantaranya adalah ; 
Bab I. Penyelenggaraan Pelayanan Puskesmas (PPP) dengan 59 EP
Bab II. Kepemimpinan dan Manajemen Puskesmas (KMP) dengan 121 EP
Bab III. Peningkatan Mutu dan Manajemen Risiko (PMMR) dengan 32 EP
Bab IV. Program Puskesmas yang Berorientasi Sasaran (PPBS) dengan 53 EP
Bab V. Kepemimpinan dan Manajemen Program Puskesmas (KMPP) dengan 101 EP
Bab VI. Sasaran Kinerja dan MDG’s (SKM) dengan 55 EPBab VII. Layanan Klinis yang Berorientasi Pasien (LKBP) dengan 151 EP
Bab VIII. Manajemen Penunjang Layanan Klinis (MPLK) dengan 172 EP
Bab IX. Peningkatan Mutu Klinis dan Keselamatan Pasien (PMKP) dengan 58 EP


dengan total elemen penilaian 802 Elemen Penilaian. tentu saja ini bukan pekerjaan yang ringan, perlu persiapan seluruh pegawai dan pekerjaan kolektif, perlu arahan, dan manajerial yang baik dalam proses mempersiapkan semua itu. yang tentunya ini akan menjadi perbaikan untuk pelayanan puskesmas. 

jika anda memerlukan pendampingan untuk persiapan akreditasi kami siap membantu mulai dari pembentukan tim sampai dengan pendampingan penyiapan dokumen akreditasi. 
hubungi di 087789061666 (SMS, WA) dengan Yono Maulana.

Minggu, 05 Februari 2017

GOOGLE HARI INI TAMPILKAN BUDAYAKAN INDONESIA PRAMOEDYA ANANTA TOUR

Pramoedya dilahirkan di Blora pada tahun 1925 di jantung Pulau Jawa di sebelah timur Pulau Sumatera, sebagai anak sulung dalam keluarganya. Ayahnya adalah seorang guru, sedangkan ibunya seorang penjual nasi. Nama asli Pramoedya adalah Pramoedya Ananta Mastoer, sebagaimana yang tertulis dalam koleksi cerita pendek semi-otobiografinya yang berjudul Cerita Dari Blora. Karena nama keluarga Mastoer (nama ayahnya) dirasakan terlalu aristokratik, ia menghilangkan awalan Jawa "Mas" dari nama tersebut dan menggunakan "Toer" sebagai nama keluarganya. Pramoedya menempuh pendidikan pada Sekolah Kejuruan Radio di Surabaya, dan kemudian bekerja sebagai juru ketik untuk surat kabar Jepang di Jakarta selama pendudukan Jepang di Indonesia.

Pasca 17 Agustus 1945

Pramoedya semasa muda
Pada masa kemerdekaan Indonesia, ia mengikuti kelompok militer di Jawa dan kerap ditempatkan di Jakarta pada akhir perang kemerdekaan. Ia menulis cerpen serta buku di sepanjang karier militernya dan ketika dipenjara Belanda di Jakarta pada 1948 dan 1949. Pada 1950-an ia tinggal di Belanda sebagai bagian dari program pertukaran budaya, dan ketika kembali ke Indonesia ia menjadi anggota Lekra, salah satu organisasi sayap kiri di Indonesia. Gaya penulisannya berubah selama masa itu, sebagaimana yang ditunjukkan dalam karyanya Korupsi, fiksi kritik pada pamong praja yang jatuh di atas perangkap korupsi. Hal ini menciptakan friksi antara Pramoedya dan pemerintahan Soekarno.
Selama masa itu, ia mulai mempelajari penyiksaan terhadap Tionghoa Indonesia, kemudian pada saat yang sama, ia pun mulai berhubungan erat dengan para penulis di Tiongkok. Khususnya, ia menerbitkan rangkaian surat-menyurat dengan penulis Tionghoa yang membicarakan sejarah Tionghoa di Indonesia, berjudul Hoakiau di Indonesia. Ia merupakan kritikus yang tak mengacuhkan pemerintahan Jawa-sentris pada keperluan dan keinginan dari daerah lain di Indonesia, dan secara terkenal mengusulkan bahwa pemerintahan mesti dipindahkan ke luar Jawa. Pada 1960-an ia ditahan pemerintahan Soeharto karena pandangan pro-Komunis Tiongkoknya. Bukunya dilarang dari peredaran, dan ia ditahan tanpa pengadilan di Nusakambangan di lepas pantai Jawa, dan akhirnya di pulau Buru di kawasan timur Indonesia.

Penahanan dan setelahnya


Pramoedya bersama rekan-rekan saat sedang melakukan kerja paksa di pulau Buru
Selain pernah ditahan selama 3 tahun pada masa kolonial dan 1 tahun pada masa Orde Lama, selama masa Orde Baru Pramoedya merasakan 14 tahun ditahan sebagai tahanan politik tanpa proses pengadilan (13 Oktober 1965 - Juli 1969, Juli 1969 - 16 Agustus 1969 di Pulau Nusakambangan, Agustus 1969 - 12 November 1979 di Pulau Buru, November - 21 Desember 1979 di Magelang). Ia dilarang menulis selama masa penahanannya di Pulau Buru, namun tetap mengatur untuk menulis serial karya terkenalnya yang berjudul Bumi Manusia, serial 4 kronik novel semi-fiksi sejarah Indonesia. Tokoh utamanya Minke, bangsawan kecil Jawa, dicerminkan pada pengalaman RM Tirto Adisuryo seorang tokoh pergerakkan pada zaman kolonial yang mendirikan organisasi Sarekat Priyayi dan diakui oleh Pramoedya sebagai organisasi nasional pertama. Jilid pertamanya dibawakan secara oral pada para kawan sepenjaranya, dan sisanya diselundupkan ke luar negeri untuk dikoleksi pengarang Australia dan kemudian diterbitkan dalam bahasa Inggris dan Indonesia.
Pramoedya dibebaskan dari tahanan pada 21 Desember 1979 dan mendapatkan surat pembebasan secara hukum tidak bersalah dan tidak terlibat Gerakan 30 September, tetapi masih dikenakan tahanan rumah di Jakarta hingga 1992, serta tahanan kota dan tahanan negara hingga 1999, dan juga wajib lapor satu kali seminggu ke Kodim Jakarta Timur selama kurang lebih 2 tahun.
Selama masa itu ia menulis Gadis Pantai, novel semi-fiksi lainnya berdasarkan pengalaman neneknya sendiri. Ia juga menulis Nyanyi Sunyi Seorang Bisu (1995), otobiografi berdasarkan tulisan yang ditulisnya untuk putrinya namun tak diizinkan untuk dikirimkan, dan Arus Balik (1995). Edisi lengkap Nyanyi Sunyi Seorang Bisu diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh Willem Samuels, diterbitkan di Indonesia oleh Hasta Mitra bekerja sama dengan Yayasan Lontar pada 1999 dengan judul The Mute's Soliloquy: A Memoir

Kontroversi


Pramoedya saat mendapat gelar kehormatan Doctor of Humane Letters dari Universitas Michigan tahun 1999
Ketika Pramoedya mendapatkan Ramon Magsaysay Award, 1995, diberitakan sebanyak 26 tokoh sastra Indonesia menulis surat 'protes' ke yayasan Ramon Magsaysay. Mereka tidak setuju, Pramoedya yang dituding sebagai "jubir sekaligus algojo Lekra paling galak, menghantam, menggasak, membantai dan mengganyang" pada masa demokrasi terpimpin, tidak pantas diberikan hadiah dan menuntut pencabutan penghargaan yang dianugerahkan kepada Pramoedya.
Tetapi beberapa hari kemudian, Taufik Ismail sebagai pemrakarsa, meralat pemberitaan itu. Katanya, bukan menuntut 'pencabutan', tetapi mengingatkan 'siapa Pramoedya itu'. Katanya, banyak orang tidak mengetahui 'reputasi gelap' Pram dulu. Dan pemberian penghargaan Magsaysay dikatakan sebagai suatu kecerobohan. Tetapi di pihak lain, Mochtar Lubis malah mengancam mengembalikan hadiah Magsaysay yang dianugerahkan padanya pada tahun 1958, jika Pram tetap akan dianugerahkan hadiah yang sama.
Lubis juga mengatakan, HB Jassin pun akan mengembalikan hadiah Magsaysay yang pernah diterimanya. Tetapi, ternyata dalam pemberitaan berikutnya, HB Jassin malah mengatakan yang lain sama sekali dari pernyataan Mochtar Lubis.
Dalam berbagai opini-opininya di media, para penandatangan petisi 26 ini merasa sebagai korban dari keadaan pra-1965. Dan mereka menuntut pertanggungan jawab Pram, untuk mengakui dan meminta maaf akan segala peran 'tidak terpuji' pada 'masa paling gelap bagi kreativitas' pada zaman Demokrasi Terpimpin. Pram, kata Mochtar Lubis, memimpin penindasan sesama seniman yang tak sepaham dengannya.
Sementara Pramoedya sendiri menilai segala tulisan dan pidatonya pada masa pra-1965 itu tidak lebih dari 'golongan polemik biasa' yang boleh diikuti siapa saja. Dia menyangkal terlibat dalam pelbagai aksi yang 'kelewat jauh'. Dia juga merasa difitnah, ketika dituduh ikut membakar buku segala. Bahkan dia menyarankan agar perkaranya dibawa ke pengadilan saja jika memang materi cukup. Kalau tidak cukup, bawa ke forum terbuka, katanya, tetapi dengan ketentuan saya boleh menjawab dan membela diri, tambahnya.
Semenjak Orde Baru berkuasa, Pramoedya tidak pernah mendapat kebebasan menyuarakan suaranya sendiri, dan telah beberapa kali dirinya diserang dan dikeroyok secara terbuka di koran.
Tetapi dalam pemaparan pelukis Joko Pekik, yang juga pernah menjadi tahanan di Pulau Buru, ia menyebut Pramoedya sebagai 'juru-tulis'. Pekerjaan juru-tulis yang dimaksud oleh Joko Pekik adalah Pramoedya mendapat 'pekerjaan' dari petugas Pulau Buru sebagai tukang ketiknya mereka. Bahkan menurut Joko Pekik, nasib Pramoedya lebih baik dari umumnya tahanan yang ada. Statusnya sebagai tokoh seniman yang oleh media disebar-luaskan secara internasional, menjadikan dia hidup dengan fasilitas yang lumayan - apalagi kalau ada tamu dari 'luar' yang datang pasti Pramoedya akan menjadi 'bintangnya'.

Masa tua


Pramoedya pada 1990-an
Pramoedya telah menulis banyak kolom dan artikel pendek yang mengkritik pemerintahan Indonesia terkini. Ia menulis buku Perawan Remaja dalam Cengkraman Militer, dokumentasi yang ditulis dalam gaya menyedihkan para wanita Jawa yang dipaksa menjadi wanita penghibur selama masa pendudukan Jepang. Semuanya dibawa ke Pulau Buru di mana mereka mengalami kekerasan seksual, mengakhiri tinggal di sana daripada kembali ke Jawa. Pramoedya membuat perkenalannya saat ia sendiri merupakan tahanan politik di Pulau Buru selama masa 1970-an.
Banyak dari tulisannya menyentuh tema interaksi antarbudaya; antara Belanda, kerajaan Jawa, orang Jawa secara umum, dan Tionghoa. Banyak dari tulisannya juga semi-otobiografi, di mana ia menggambar pengalamannya sendiri. Ia terus aktif sebagai penulis dan kolumnis. Ia memperoleh Ramon Magsaysay Award untuk Jurnalisme, Sastra, dan Seni Komunikasi Kreatif 1995. Ia juga telah dipertimbangkan untuk Hadiah Nobel Sastra. Ia juga memenangkan Hadiah Budaya Asia Fukuoka XI 2000 dan pada 2004 Norwegian Authors' Union Award untuk sumbangannya pada sastra dunia. Ia menyelesaikan perjalanan ke Amerika Utara pada 1999 dan memperoleh penghargaan dari Universitas Michigan.
Sampai akhir hayatnya ia aktif menulis, walaupun kesehatannya telah menurun akibat usianya yang lanjut dan kegemarannya merokok. Pada 12 Januari 2006, ia dikabarkan telah dua minggu terbaring sakit di rumahnya di Bojong Gede, Bogor, dan dirawat di rumah sakit. Menurut laporan, Pramoedya menderita diabetes, sesak napas dan jantungnya melemah.
Pada 6 Februari 2006 di Teater Kecil Taman Ismail Marzuki, diadakan pameran khusus tentang sampul buku dari karya Pramoedya. Pameran ini sekaligus hadiah ulang tahun ke-81 untuk Pramoedya. Pameran bertajuk Pram, Buku dan Angkatan Muda menghadirkan sampul-sampul buku yang pernah diterbitkan di mancanegara. Ada sekitar 200 buku yang pernah diterjemahkan ke berbagai bahasa dunia.

Berpulang


Makam Pram pada tahun 2011
Pada 27 April 2006, Pram sempat tak sadar diri. Pihak keluarga akhirnya memutuskan membawa dia ke RS Saint Carolus hari itu juga. Pram didiagnosis menderita radang paru-paru, penyakit yang selama ini tidak pernah menjangkitinya, ditambah komplikasi ginjal, jantung, dan diabetes.
Pram hanya bertahan tiga hari di rumah sakit. Setelah sadar, dia kembali meminta pulang. Meski permintaan itu tidak direstui dokter, Pram bersikeras ingin pulang. Sabtu 29 April, sekitar pukul 19.00, begitu sampai di rumahnya, kondisinya jauh lebih baik. Meski masih kritis, Pram sudah bisa memiringkan badannya dan menggerak-gerakkan tangannya.
Kondisinya sempat memburuk lagi pada pukul 20.00. Pram masih dapat tersenyum dan mengepalkan tangan ketika sastrawan Eka Budianta menjenguknya. Pram juga tertawa saat dibisiki para penggemar yang menjenguknya bahwa Soeharto masih hidup. Kondisi Pram memang sempat membaik, lalu kritis lagi. Pram kemudian sempat mencopot selang infus dan menyatakan bahwa dirinya sudah sembuh. Dia lantas meminta disuapi havermut dan meminta rokok. Tapi, tentu saja permintaan tersebut tidak diluluskan keluarga. Mereka hanya menempelkan batang rokok di mulut Pram tanpa menyulutnya. Kondisi tersebut bertahan hingga pukul 22.00.
Setelah itu, beberapa kali dia kembali mengalami masa kritis. Pihak keluarga pun memutuskan menggelar tahlilan untuk mendoakan Pram. Pasang surut kondisi Pram tersebut terus berlangsung hingga pukul 02.00. Saat itu, dia menyatakan agar Tuhan segera menjemputnya. "Dorong saja saya," ujarnya. Namun, teman-teman dan kerabat yang menjaga Pram tak lelah memberi semangat hidup. Rumah Pram yang asri tidak hanya dipenuhi anak, cucu, dan cicitnya. Tapi, teman-teman hingga para penggemarnya ikut menunggui Pram.
Kabar meninggalnya Pram sempat tersiar sejak pukul 03.00. Tetangga-tetangga sudah menerima kabar duka tersebut. Namun, pukul 05.00, mereka kembali mendengar bahwa Pram masih hidup. Terakhir, ketika ajal menjemput, Pram sempat mengerang, "Akhiri saja saya. Bakar saya sekarang," katanya.
Pada 30 April 2006 pukul 08.55 Pramoedya wafat dalam usia 81 tahun.
Ratusan pelayat tampak memenuhi rumah dan pekarangan Pram di Jalan Multikarya II No 26, Utan Kayu, Jakarta Timur. Pelayat yang hadir antara lain Sitor Situmorang, Erry Riyana Hardjapamekas, Nurul Arifin dan suami, Usman Hamid, Putu Wijaya, Goenawan Mohamad, Gus Solah, Ratna Sarumpaet, Budiman Sudjatmiko, serta puluhan aktivis, sastrawan, dan cendekiawan. Hadir juga Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik. Terlihat sejumlah karangan bunga tanda duka, antara lain dari KontraS, Wapres Jusuf Kalla, artis Happy Salma, pengurus DPD PDI Perjuangan, Dewan Kesenian Jakarta, dan lain-lain. Teman-teman Pram yang pernah ditahan di Pulau Buru juga hadir melayat. Temasuk para anak muda fans Pram.
Jenazah dimandikan pukul 12.30 WIB, lalu disalatkan. Setelah itu, dibawa keluar rumah untuk dimasukkan ke ambulans yang membawa Pram ke TPU Karet Bivak. Terdengar lagu Internationale dan Darah Juang dinyanyikan di antara pelayat.

Rabu, 25 Januari 2017

NKP SIP MENGARAHKAN PERSONIL POLRI BERFIKIR STRATEGIS

Naskah Karya Perorangan sekarang tidak lagi menjadi salah satu syarat bargi sekolah Staf dan Pimpinan (sespim) dan (Sespimti) melainkan juga Polri yang akan ikut dalam Sekolah Inspektur Polisi (SIP), memang persyaratan itu belum lama diberlakukan kalo tidak salah baru pada tahun 2013 SIP dan Alih Golongan diwajibkan membuat NKP. 

dengan membuat NKP menjadi salah satu syarat itu sangat baik artinya Polri mengarahkan anggotanya untuk berfikir strategis tidak hanya pada perkara taktis dan teknis. dengan adanya pembuatan NKP ini personil polri mampu berfikir kepemimpinan, menganalisa, menyimpulkan dan mengambil keputusan. repormasi birokrasi di tubuh Polri membawa perbaikan yang luar biasa. 

APA itu NKP ?
sebuah produk pemikiran berupa karya tulis ilmiah seorang personil Polri yang bisa dipertanggungjawabkan.
Dari Mana Mulainya Menyusun NKP ?
dari diri sendiri dan masalahnya !, kenapa dari kita sendiri ? ya... akan lebih mudah jika kita sudah memahami betul pekerjaan tugas dan tanggungjawab kita sebagai personil polri dibagian mana pun itu disatuan manapun itu, di unit manapun itu! setelah kita memahami betul dirikita dan pekerjaan kita, coba teliti apakah dalam pekerjaan anda menemukan masalah atau ada masalah ? 
NKP salah satunya adalah mencari masalah pada pekerjaan anda! 
jika sudah menemukan coba di inventarisir, dikelompokan supaya lebih sederhana dengan teori 4 M saja ! Men (manusia), Material (sarana prasarana), Money( anggaran) dan Methode(metode,SOP atau Prosedur), jika salah satu kelompok tersebut tidak ada masalah ya tidak usah dibuat dibuat masalahnya, atau jika ke empat-empatnya bermasalah ya tuliskan satu satu. masalah bisa ada 1, 2,3,4 atau bahkan lebih atau hanya ada 1 masalah, ingat...!!!!! semakin banyak masalah pasti semakin ruwet kan.... he heh he makanya ga usah hidup ini terlalu banyak masalah santai aja kang mas...

setelah kita menemukan masalah langkah berikutnya adalah kita menjelaskan kondisi riil lapangan atau kondisi riill pekerjaan kita saat ini, dilihat dari mana, sama saja dari 4 M tadi, bisa dijelaskan dengan cara naratif atau menggunakan tabel.... suka suka dan mana yg lebih mudah dipahami, tapi kalo saya lebih suka bentuk tabel simpel ditambah penjelasan sedikit... 
dalam BAB kondisi saat ini atau kondisi faktual itu sebetulnya seri curcol (curhat colongan) tapi sering kali kita di hantui rasa engga enak nanti sama pimpinan dll, atau nanti saya disangkanya ini itu/... hah!!! perasaan yang seperti itu hilangkan !! ingat anda sedang belajar berfikir strategis, berfikir kepemimpinan, menganalisa dan memberikan rekomendasi, jadi harus berfikir ideal, yang terbaik!. 

setelah bab CURCOL...kemudian kita  kita harus bisa menganalisa sebetulnya kenapa sih terjadi begitu..kenapa sih harus begitu,,,kenapa sih kok begini...kok bisa ya begitu...kok aneh..ya...kan harusnya ga gitu....nah itulah yang harus DI IDENTIFIKASI oleh penulis...biasanya yang paling sederhana menggunakan Teori SWOT analisis, coba dilihat faktor external dan internalnya, dan seterusnya...bla bla..bla... (modus!! sengaja biar hubungi saya he he he)

kalo udah CURCOL kita tentunya punya harapan doong... kalo kita sebelumnya udan berani bilang "kenapa sih terjadi begitu..kenapa sih harus begitu,,,kenapa sih kok begini...kok bisa ya begitu...kok aneh..ya...kan harusnya ga gitu...." menurut kita nih penulis KONDISI IDEAL ATAU KONDISI YANG DIHARAPKAN  itu maunya seperti apa ???? jelaskan disini harus konsisten ya.... apa yang dimaksud konsisten ???  (modus!! sengaja biar hubungi saya he he he) 

ACTION PLAN / UPAYA YANG DILAKUKAN 
kalo kita sudah tahu diri, tahu masalah, tahu penyebab masalah, tahu bagaimana baiknya selanjutnya adalah BUAT ACTION PLAN ATAU UPAYA YANG DI LAKUKAN BAB INI membahas rencana aksi atau upaya upaya apa yang dilakukan oleh kita penulis untuk mewujudkan kondisi yang diharapkan tadi.... banyak teori yang bisa digunakan tapi coba baca TR dlu harus pake teori siapa kalo ada secara detailperintah teori siapa yang cari yang paling sederhana dan anda mengerti. 
setelah ketemu teorinya implementasikan sesuai dengan teori tersebut, jelaskan langkah-langkahnya dan seterusnya.... 

KESIMPULAN DAN REKOMENDASI
Bab ini menjadi penting! kenapa karena merupakan kesimpulan dari pemikiran kita! selain pemikiran dibab ini juga ada rekomendasi untuk tingkat pimpinan! 
ingat NKP adalah karya ilmiah personil Polri jadi jangan asal terhadap rekomendasi ini! jelaskan sesuai dengan temuan masalah diawal. 

setelah semua dikerjakan maka anda telah membuat karya tulis ilmiah dan siap di serahkan dan jika beruntung ide anda bisa di implementasikan Insya Alloh!.


TAPI KALO MASIH BINGUNG GIMANA ?
Pertanyaannya adalah, saya sudah baca dari awal! tulisan anda, tapi tetep aja saya bingung karena MASALAHNYA belum pernah buat nkp, atau saya tidak suka menulis! atau saya tidak bisa menuliskan kegiatan saya! kalo MASALAHNYA ITU jawabannya adalah BUKAN MASALAH. 
- Jika bingung bisa bertanya ! ke siapa ? ya kesaya he he he 
- kalo belum pernah menulis ! ya mulai belajar menulis
- kalo butuh bimbingan dan pendampingan ke siapa ? ya kesaya !  kita belajar bersama! tidak ada ilmu manusia yang tidak bisa dipelajari oleh manusia kecuali ilmu Tuhan Alloh SWT.

JIKA ANDA MASIH BINGUNG
DAN BUTUH BIMBINGAN DAN PENDAMPINGAN 
UNTUK MENYUSUN NKP ?
HUBUNGI SAYA 24 JAM
DI 087789061666 (Telp, WA, SMS)
masyon77@gmail.com 
 
 

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Hostgator Coupon Code