Jumat, 31 Agustus 2012

Sun Life Tingkatkan Brand Awareness Lewat Media Sosial


JAKARTA - PT Sun Life Financial di Indonesia membukukan total pendapatan premi sebesar Rp1,8 triliun yang berasal dari dua anak usaha perusahaan asuransi asal Kanada, yaitu PT Sun Life Financial Indonesia dan PT CIMB Sun Life mencatat kinerja yang baik tahun ini.

PT Sun Life Financial Indonesia mencatat total pendapatan premi sebesar Rp867,8 miliar, naik 11 persen dibandingkan Desember 2010 sebesar Rp779 miliar. Sementara, CIMB Sun Life membukukan pertumbuhan total pendapatan premi sebesar Rp943 miliar, naik 225 persen dari sebelumnya Rp290 miliar di 2010.

Country Manager Sun Life Financial di Indonesia Bert Paterson mengatakan, secara total, pertumbuhan Sun Life Financial di Indonesia pada 2011 adalah sebesar 69 persen.

Menurut dia, Sun Life Financial di Indonesia mengembangkan pendekatan kerja sama yang sangat fleksibel dengan rekan-rekan kami. Misalnya, untuk CIMB Sun Life perusahaan mengembangkan pasar dengan mengedepankan model ‘holistik’ bancassurance.

"Kami menawarkan lima saluran distribusi kepada nasabah CIMB Niaga meliputi telemarketing, penjualan di cabang, teledirect, credit link dan gabungan dengan produk perbankan," kata dia dalam keterangan persnya, Selasa (13/3/2012).

Bert mengaku, di tahun ini Sun Life Financial Indonesia akan mengembangkan beberapa strategi bisnis antara lain meningkatkan jumlah agen penjual, memperluas jangkauan dan sekaligus meningkatkan produktivitas serta memperkuat kinerja strategis dengan lima mitra bancassurance.

Selain itu, Sun Life Financial Indonesia juga akan terus mengembangkan bisnis syariah yang hingga saat ini telah berkontribusi hingga 10 persen dari total bisnis. Untuk merangkul pasar lebih luas, di sepanjang 2011, Sun Life Financial Indonesia juga telah membuka tujuh cabang baru di beberapa kota di Indonesia

Tingkatkan Brand Awareness Lewat Media Sosial
Indonesia merupakan salah satu pengguna internet paling banyak di dunia. Hal ini disadari PT Sun Life Financial Indonesia yang kemudian memakai sarana media sosial sebagai strategi brand awareness-nya.

Melalui situs www.brighterlife.co.id, dibentuk komunitas digital yang dirancang Sun Life untuk berbagi ide dan tips praktis perencanaan keuangan. Brighter Life juga memiliki akun di Twitter (@BrighterLifeID) dan Facebook (Brighter Life Indonesia) yang memungkinkan para nasabahnya untuk dapat berkomunikasi dua arah dengan Sunlife.

Konsep media sosial ini merupakan yang pertama diterapkan di Asia. Strategi semacam ini sebenarnya sudah terbukti sukses di berbagai negara. Laman Brighter Life Kanada misalnya, sudah dibuka oleh 100 ribu viewers.

“Brighter Life di Indonesia menyediakan berbagai artikel dan tips, serta memberi ide segar untuk meraih kehidupan yang lebih sejahtera, sehat dan bahagia,” kata Presiden Direktur PT Sun Life Financial Indonesia, Johnson Chai di Jakarta.

Informasi yang ada di www.brighterlife.co.id seputar yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Bagaimana cara membuat anggaran yang efektif, menabung dan berinvestasi, tips menjaga kesehatan dan kebugaran, tips memiliki kehidupan yang seimbang dan menyenangkan dengan pasangan.

Selain menyajikan artikel, tips dan ide-ide segar, di www.brighterlife.co.id juga disediakan kuis harian yang dibuka pukul 09.00-15.00 WIB. Tiga pemenang kuis akan mendapatkan kupon belanja senilai Rp 750 ribu. Di akhir tiap periode, disediakan pula Blackberry 9360. “Sejak ada kuis ini, pengunjung www.brighterlife.co.id meningkat hingga 1000 viewers,” tambah Johnson. (EVA)

Johnson Chai, Siap Jadikan Sun Life Top 10 Asuransi
Sejak diangkat sebagai Presiden Direktur PT Sun Life Financial Indonesia (Sun Life), Johnson Chai bertanggung jawab untuk menetapkan arah strategi bisnis dan mengelola pertumbuhan serta profitabilitas perusahaan asuransi yang bermarkas di Kanada teresebut.

Pengalamannya tak perlu diragukan lagi. Selama 22 tahun ia bekerja di sejumlah perusahaan asuransi raksasa di Asia. Pria peranakan Tiong Hoa berkebangsaan Malaysia ini mengawali karirnya sebagai AVP-Director of Agency di suatu perusahaan asuransi jiwa joint venture, yakni DOA.

“Meski orang Malaysia, saya justru mengawali sukses di Indonesia. Ketika di DOA, karier saya naik setelah membentuk 15 kantor pemasaran. Kemudian pelan-pelan mengelola profit centers regional di Malaysia, Thailand dan Singapura,” ujar Johnson.

Setelah mencari peruntungan di Indonesia, ia kemudian mendarat di Cina berkarier sebagai VP Sales and Marketing di AXA Minmetals. “Ketika itu saya berhasil memimpin revitalisasi yang menghasilkan rekor penjualan,” kenang pemegang gelar Sarjana Komunikasi Massa dari Universitas kebangsaan Malaysia ini.

Selepas berkarier di AXA Minimetals, Johnson menerima pinangan sebagai Chief Partnership Distribution Officer di CITIC-Pru China. Peran kuncinya adalah mengembangkan saluran sales, bancassurance, employee benefits, telemarketing, dan pengembangan agency.

Bapak dua orang anak ini selanjutnya berkarier sebagai SVP Chief Agency Officer di perusahaan asuransi jiwa raksasa di Hong Kong yakni Pacific Antai (ING) dan sebagai Head of Agency Development Global Life Asia Pasifik dan Timur tengah di Zurich Global Life. Sampai akhirnya ia kembali ke Indonesia pada Oktober 2011 dan bergabung di Sun Life.

“Sejak saya menggantikan Bert Paterson sebagai Presiden Direktur Sun Life, target dan ambisi saya adalah membawa perusahaan ini masuk ke dalam top 10 perusahaan asuransi Indonesia. Ini realistis, tidak terlalu muluk, sebab posisi Sun Life saat ini di peringkat 12. Nanti kalau sudah masuk 10 besar, baru saya bisa bicara soal menjadi nomor satu,” ujar pria murah senyum ini. (EVA)

REFERENSI :
  • swa.co.id
  • sunlife.co.id
  • okezone.com
bantu memberikan suport pada blog ini dengan mengklik iklan dibawah ini. terima kasih.

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Hostgator Coupon Code