Selasa, 01 Oktober 2013

DIINGATKAN KE MASA LALU 2

Berlahan matahari itu terbenam, terpaksa meninggalkan kami yang tengah duduk dihadapan hamparan riak gelombang air yang luas. gelap berlahan datang, dingin menjemput malam, mengantar langkah kaki kami menuju sebuah harapan esok hari.

"malam disini dingin ya" komentarnya, "ah biasanya saja" jawabku datar, "sangat berbeda dengan siang hari yang panas menyengat" celotehnya lagi. "tapi aku berharap orang yang ada disisiku tak sedingin malam ini" ia melirikan matanya padaku dihiasi manis senyum dari bibir tipisnya. "ah kamu bisa saja, aku bukan tungku pemanas sementara yang hadir ditengah rumah, kemudian esok hari padam kembali dan diacuhkan siempunya" aku membalasnya dengan senyum. "wow... bisa juga beranalogi rupanya pria ganteng ini, ha, ha, ha,,," gadis itu tertawa puas meledeku. "ah sudahlah mari kita pulang sudah terlalu larut untuk kita berdua" ajaku menarik tangannya sedikit memaksa berjalan meninggalkan tempat tersebut.

malam itu tidak gelap, karena purnama hadir tepat bersamaan dengan momen kami. "aku ingin berhenti disini" pintanya, menahan diri dan duduk diatas sebuah batu besar menghadap ke bawah, terlihat jelas dari posisi kami karena diatas. hamparan sawah yang kering, dihiasi lukisan bukit dbelakangnya, cahaya bulan itu memberikan komposisi warna natural yang indah. angin bukit yang semakin dingin menusuk setiap rusuk kami. "kamu lihat purnama itu? begitu tulus menyinari malam walaupun tak seterang matahari, mampu memberikan kesan dan suasana tersendiri, sangat indah dan mempesona" celoteh gadis itu kembali,, "ijinkan aku bersandar dipundakmu ya?"

aku terdiam tanpa mengiyakan, terbungkam tanda tanya, rikuh, nafasku berdegup dan berusaha aku normalisasi, hangat dan harum rambutnya tercium nyata, terbang terbawa sepoy angin  malam, menerobos setiap celah dahan cemara. memaksa, memastikan rasa, diantara aku dan dia, dibawah siraman sinar bulan purnama, diatas bukit dengan hamparan lukisan alam yang menawan. dua anak manusia menyatu, dalam balutan cinta yang datang tiba-tiba, bercumbu dalam ragu, bercinta dengan tanda tanya. dari ketidak yakinan
yang ada, akhirnya menemukan jawaban. Dia bukan masa laluku, tapi masa depanku, yang dikirim Tuhan untuk menemaniku disisa perjalanan hidupku.

(medio 1 okt 2013, hanya sebuah tulisan biasa)

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Hostgator Coupon Code