Rabu, 25 Desember 2013

KEANGKUHAN JIWA

Kenapa kau masih duduk disini? sudah waktunya makan siang, tidak lapar ? tanya Desy pada Hakim, bertanya seolah penduli namun penekanan suara yang ketus, membuat Hakim terdiam dan terus asik dengan keyboard Netbooknya, menguraikan angka-angka seni akuntansi.  sadar diacuhkan Desy lanjut berjalan bukan mencari makan siang namun kembali ke kursi yang sedari pagi ia duduki tanpa beranjak sedikitpun. 

Ada keangkuhan yang tumbuh di jiwa Desy, juga ada cinta disana, saat keduanya memiliki kepentingan tarik menarik keatas dan kebawah, sama-sama memiliki kepentingan. gundah, resah, membangun setiap celah, celah kerinduan pada kedamaian hati.

hanya kepalsuan rasa, dan topeng kebahagaian yang kerja rodi untuk membangun kepercayaan diri. tersiksa, kadang lelah teramat sangat, bosan, kaku terdiam dan mati.

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Hostgator Coupon Code