Minggu, 29 Desember 2013

REBO WEKASAN. MITOS TAHUN BARU BANYAK MALAPETAKA

Ada yang berbeda di Tahun Baru 2014 yang jatuh pada hari Rabu 1 Januari 2014.

Beredar mitos bahwa pada malam tahun baru yang jatuj pada Rabu terakhir bulan Safar (perhitungan Jawa) atau dalam bahasa Arab pada waktu itu masuk pada Arba' Mustamir. Dalam mitos Jawa, malam tahun baru 2014 ini jatuh pada Rabu Wekasan.

Pada tahun-tahun sebelumnya, tidak ada tahun baru yang jatuh pada hari Rabu terakhir bulan Safar. Dalam mitos tersebut juga disebutkan bahwa Tuhan akan menurunkan beribu-ribu Malapetaka di malam Tahun Baru 2014.

Atas mitos Rabu Wekasan beredar broadcast melalui BBM yang berbunyi "(Rebo wakasan) Malam tahun baru pada tahun ini berbeda dengan tahun-tahun yang sudah lalu karena malam tahun baru pada tahun ini bertepatan Rabu terakhir atau arba'mustamir bulan Safar.

Pada hari tersebut, Allah akan menurunkan beribu-ribu mala petaka (bala') oleh sebab itu pada tahun ini diharapkan untuk tidak berlebihan dalam merayakan tahun baru Masehi 2014, karena setiap manusia tidak tahu musibah apa yang akan di turunkan pada hari itu”.

Menanggapi mitos tersebut, Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur M Yunus mengatakan BBM itu belum tentu benar.

"Setahu saya, tidak ada ayat atau hadis yang mengupas soal itu (Rabu Weakasan). Memang pesannya kita tidak boleh merayakan tahun baru dengan cara berlebih-lebihan," kata Yunus kepada Okezone, Minggu (29/12/2013).

Yunus menjelaskan, terlepas benar atau tidaknya mitos tersebut, dia mengimbau kepada masyarakat untuk tidak berlebih-lebihan dalam merayakan tahun baru. Seharusnya, tahun baru digunakan untuk Muhasabah atau introspeksi diri terhadap amal perbuatan yang dilakukan pada tahun lalu.

"Tahun depan digunakan untuk memperbaiki iman. Seharusnya, pergantian tahun  kita mengevaluasi diri," jelasnya.

Mitos memang tidak sepenuhnya benar, tapi tidak ada salahnya untuk berhati-hati. Dalam Alquran sendiri juga sudah jelas terkait sikap manusia yang kufur nikmat.

"Allah akan menurunkan azab kepada satu kaum yang kufur nikmat. Kalau mitos itu, saya memang belum pernah ada penjelasan," tegas Yunus. (kem)


0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Hostgator Coupon Code