Jumat, 25 Desember 2015

Alasan Karyawan Tidak Betah di Kantor & Temuan Lainnya

img-blog-employer01-resign-1620x1074
Karir.com/Herman Zakharia
Hasil survei Karir.com kepada 6.530 responden menghasilkan banyak temuan, di antaranya: selain gaji, apa yang membuat seorang profesional betah berkarir di suatu perusahaan, juga analisis berdasarkan gender. Berikut hasil surveinya:
Apa Alasan Lain Selain Gaji?
Sebagian besar responden memilih suasana kerja, yakni sebesar 42%, disusul dengan jenjang karir sebesar 22%, dan lokasi kantor sebesar 19%. Reputasi dan kultur perusahaan, juga CEO, tidak menyita terlalu banyak perhatian, yakni hanya 9% dan 1%.
Suasana kerja ternyata memegang peranan paling penting! Banyak perusahaan yang kini berusaha meningkatkan kenyamanan suasana kerja, seperti menerapkan jam kerja yang fleksibel, menyediakan ruang menyusui, kebijakan bekerja dari rumah, ruang bermain, hingga makan siang gratis.
“Salah satu alasan orang senang berkarir di Bukalapak.com karena kami menyediakan makan siang gratis bagi seluruh karyawan setiap hari,” ungkap Founder dan CEO Achmad Zaky. Mead Johnson Indonesia berinvestasi cukup besar untuk menyediakan lounge makan siang yang mewah, tentunya dengan tujuan supaya karyawan betah. “Kami juga menyediakan ruang khusus menyusui yang sangat nyaman,” jelas HR Head Bagus Sutedjo. Sementara itu, Intel Indonesia juga menyediakan jam kerja fleksibel dan menerapkan kebijakan bekerja dari rumah. Karir.com sendiri juga menyediakan entertainment space yang sering digunakan untuk ajang tarung FIFA 15.
Jenjang karir, yang mungkin kita kira akan menempati posisi pertama, ternyata menempati posisi kedua, disusul oleh lokasi kantor di posisi ketiga. Dengan semakin tidak nyamannya kondisi lalu lintas dan jalanan ibu kota dan beberapa kota besar lainnya, lokasi kantor ternyata menempati posisi yang lumayan penting bagi profesional untuk terus berkarya.
“Wah, hari gini mending dapat kantor yang deket rumah dengan gaji lebih kecil dari pada harus berjibaku setiap hari dengan kemacetan,” ungkap seorang profesional.
Alasan ini bahkan mengalahkan alasan lain yang sepertinya lebih penting, seperti reputasi dan kultur perusahaan, juga sosok CEO atau pemimpin.
Analisa Berdasarkan Gender
Temuan survei ini menjadi semakin menarik ketika hasil analisa dipisahkan berdasarkan gender. Baik responden laki-laki maupun perempuan menyatakan suasana kerja adalah faktor yang paling penting, ditunjukkan dengan persentase sebanyak 37% dan 43%.
Menariknya, responden perempuan tidak terlalu menaruh perhatian besar pada faktor CEO atau pemimpin; hanya 1% menyatakan CEO menjadi alasan betah atau tidak di sebuah perusahaan. Responden laki-laki ternyata masih menganggap leadership sebuah hal penting, ditunjukkan dengan persentase sebesar 13%.
Temuan menarik lainnya, bagi kaum perempuan, lokasi kantor atau jarak yang harus ditempuh menjadi alasan penting untuk bertahan atau tidak, yakni sebanyak 21%. Sedangkan bagi kaum laki-laki, jarak tidak menjadi masalah (hanya 9% menyatakan faktor ini penting). Mereka rela menempuh jarak yang lebih jauh demi suasana kerja, jenjang karir dan pemimpin yang lebih baik.
Hasil survei selengkapnya juga dapat dilihat dan diunduh di Slideshare: Potret Perilaku Profesional Berdasarkan Usia dan Level Pekerjaan di Kota Besar di Indonesia.

Jumat, 18 Desember 2015

TIPS DAN TRIK CARA MUDAH MENYUSUN NKP - NASKAH KARYA PERORANGAN

Selamat Siang semuanya, khususnya para personil Polri, Naskah Karya Perorangan atau disebut NKP saat ini sudah menjadi kewajiban bagi selurun anggota polisi sebagai syarat naik jabatan atau sekolah tinggi staf dan pimpinan polri.

disini saya hanya ingin berbagi bagaimana sih cara mudah menyusun NKP, saya menggunakan MindMap atau pemetaan pola pikir kita. adapun gambbarannya adalah sebagai berikut ;

penjelasannya adalah sebagai berikut ;

  1. NKP itu apa sih ? apa yang mau saya tuliskan di NKP ?? apa kira-kira tema yang akan saya angkat ?
  2. coba ingat-ingat atau yg mudahnya adalah perhatikan tugas yg sekarang kerjakan, cari masalah didalamnya
  3. kemudian setelah terlihat ada masalah, definisikan masalahnya
  4. tentukan berapa banyak masalah yang akan anda bahas
  5. setelah mengetahui masalahnya, selanjutnya ceritakan kondisi faktual saat ini seperti apa, nah ini harus sesuai dengan teori 4M dan Swot analisis
  6. kemudian kondisi yang diharapkan
  7. dengan kondisi yang kita harapkan tentunya harus memiliki langkah-langkah seperti apa untuk mengimplementasikannya minimal dari sisi 4M tadi, 
  8. pastikan implementasi program ideal kita di jalankan dalam beberapa strategi , pada umumnya strategi jangka pendek, jangka sedang dan jangka panjang.
  9. setelah semua ide dan implementasi kita buat, tentunya kita memiliki saran dan masukan intisari dari program kita. jelaskan dengan format numbering masing-masing kesimpulan, saran  dan masukan
nah seperti itulah kira-kira langkah sederahan menyusun NKP. naskah karya perorangan kepolisian republik Indonesia.


Jumat, 04 Desember 2015

KALENDER 2016





KALENDER 2016KALENDER 2016KALENDER 2016KALENDER 2016 KALENDER 2016  KALENDER 2016 KALENDER 2016 KALENDER 2016 KALENDER 2016 KALENDER 2016 KALENDER 2016 KALENDER 2016 KALENDER 2016 KALENDER 2016 KALENDER 2016 KALENDER 2016 KALENDER 2016 KALENDER 2016 KALENDER 2016 KALENDER 2016 KALENDER 2016 KALENDER 2016 KALENDER 2016 KALENDER 2016 KALENDER 2016 KALENDER 2016 KALENDER 2016 KALENDER 2016 KALENDER 2016 KALENDER 2016 KALENDER 2016 KALENDER 2016 KALENDER 2016 KALENDER 2016 KALENDER 2016 KALENDER 2016 KALENDER 2016 KALENDER 2016 KALENDER 2016 KALENDER 2016 KALENDER 2016 KALENDER 2016 KALENDER 2016 KALENDER 2016 KALENDER 2016 KALENDER 2016 KALENDER 2016 KALENDER 2016 KALENDER 2016 KALENDER 2016 KALENDER 2016 KALENDER 2016 KALENDER 2016 KALENDER 2016 KALENDER 2016 KALENDER 2016 KALENDER 2016 KALENDER 2016 KALENDER 2016 KALENDER 2016 KALENDER 2016 KALENDER 2016 KALENDER 2016 KALENDER 2016 KALENDER 2016

Kamis, 19 November 2015

FOTO PENGUMUMAN PEMENANG LOMBA ASTRA SAFETY ROAD COMMUNITY CHALLENGE

TAHAP 1 

Ketua TIM menerima informasi bahwa ada kesempatan untuk mengikuti lomba. kemudian ketua tim mengajak beberapa anggota dengan jumlah sesuai persyaratan. karena Ketua tim masuk di wilayah DAI Eastern maka anggota tim ditunjuk adalah dari wilayah Eastern, itu untuk memudahkan dalam berkordinasi dan berkomunikasi. terutama dalam hal teknis. anggota Tim yang ditunjuk, Om Aries, Om Opa, Om Wahib, Om Ari, dan Om Agus. 
selanjutnya ketua TIM membuat konsep kampanye di diskusikan dengan tim dan ditentukan wilayah kampanye. yg akhirnya diputuskan wilayah Jakarta, Tangerang, Karawang, Depok dan Cirebon yang menjadi target kampanye. berikut adalah foto-foto implementasi lapangan.







TAHAP II
adalah  tahap Presentasi Laporan Program di depan dewan juri dan peserta lomba lainnya, tanya jawab dan pertanggungjawaban materi. dalam presentasi ini DAI masuk 10 Besar dari 60 komunitas yang ikut serta dalam lomba ini. 





TAHAP III
PENGUMUMAN PEMENANG

Di tahap ini adalah tahap terahir yaitu pengumuman pemenang. yang akan langsung di saksikan oleh Presiden Direktur Astra, Kakorlantas dan seluruh Direktur Anak Perusahaan Astra Internasional. dari 10 besar pemenang tahap I di pilih kembali dan hanya ada 5 Pemenang. dan Daihatsu Ayla Indonesia adalah komunitas termuda yang menjadi Juara I. para juri dan peserta lomba lainnya mengakui konsep dan implementasi DAI memang terbaik. 

 
 


Kami bukan Tuhan yang bisa menunda kematian, kami bukan malaikat yang berhak mencatat sebab akibat, kami hanya ingin sedikit berperan, dalam sebuah gagasan dan tindakan, berpartisipasi menekan angka kematian akibat kecelakaan. Kami mencoba melakukan, mengajak, memahami, melaksanakan ketertiban, demi Keselamatan Bersama dalam berkendara dan berlalu lintas, menuju Indonesia Satu, Keselamatan Nomor Satu!


DAI DUTA INDONESIA AYO AMAN BERLALU LINTAS






DAI JUARA 1 LOMBA ASTRA ROAD SAFETY 2015

Setelah melalui tahap 1 dan dinyatakan lolos ke tahap berikutnya, hari ini Tim yang mewakili komunitas Daihatsu Ayla Indonesia di Undang untuk menghadiri Pengumuman Pemenang Astra Road Safety 2015 di gedung Head office Astra Internasional Sunter Jakarta Utara.

Tim yang diwakili oleh Om Yono Maulana sebagai ketua tim, Om Aries, Om Ari, Om Wahib, Om Opa dan didampingi oleh beberapa orang tim yang mewakili wilayah Tangerang Om Aul, Wilayah Depok Tante Ira, Wilayah Batavia Om Choir , Kawarang Om Kusnadi dan Pusat oleh Om Arul hadir tepat waktu dan penuh harap.

Tampak hadir Kakorlantas Irjen Condro Kirono, pembalap wanita Alexandra Asmaseobrata dan grup Band Katakita. Selain itu hadir Presiden Direktur Astra dan seluruh Direktur anak Perusahaan Astra untuk menyaksikan acara yang sangat bersejarah, bergengsi dan bermanfaat ini.

Acara kali ini adalah pengumuman pemenang yang terdiri dari lomba Astra Safety Road Video Competition dan Astra Safety Road 2015, dimana masing-masing sebagai pesertanya adalah dari kalangan mahasiswa dan komunitas.

Sebelum pengumuman pemenang acara dibuka dengan sambutan dari Presiden Direktur Astra dan Kakorlantas Polri. Kemudian disambung dengan Talkshow pembalap wanita Alexandra Asmasebrata dan Kakorlantas yang membahas serta memberikan tips dan pesan tentang keselamatan berkendara dan berlalu lintas.

Selanjutnya acara pengumuman yang dinanti-nanti para peserta lomba pun dibuka oleh ketua tim penilai. Pemenang pertama komunitas yang paling banyak kontribusinya untuk program “Indonesia Ayo Aman Berlalu Lintas” pada Astra Road Safety Community Challenge, yaitu  Daihatsu Ayla Indonesia (DAI) sebagai juara 1, kedua Daihatsu Taruna Club (DTC), ketiga Avanza Xenia Indonesia Club (AXIC). Lalu pemenang keempat ada Komunitas Bahasa Isyarat Luar Biasa Universitas Negeri Malang, dan kelima PT United Tractors Tbk Owner’s Motor Community (UT OMC).

Selain dan Astra Road Safety Community Challenge ada juga Astra Road Safety Video Competition. Ini merupakan lomba pembuatan video kreatif yang mempresentasikan tema membangun kepedulian untuk aman berlalu lintas, sebagai pengguna jalan, baik pengendara maupun pejalan kaki.
Kompetisi ini ditujuka untuk para mahasiswa dari seluruh Indonesia. Seperti disampaikan Ivan Virnanda, Ketua Umum Road Safety Association dan juga salah satu juri mengatakan,  Astra Road Safety Video Competition telah berhasil menghimpun 64 video dari 34 Universitas di 19 kota se-Indonesia. Lebh dari itu video-video ini sudah ditonton lebih dari 32 ribu kali serta menghasilkan lebih dari 4000 likes.
Pemenang dari Astra Road Safety Video Competition yaitu RedRod dari Universitas Mercu Buana, kemudian pemenang kedua tim Bahagia dari Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya, ketiga Pinera dari Institut Teknologi Sepuluh November, serta juara favorit dari tim YOUniverse dari Universitas Bina Nusantara

Penghargaan ini diberikan, bagi komunitas yang paling banyak kontribusinya untuk program “Indonesia Ayo Aman Berkendara”. Kakorlantas Polri Irjen Condro Kirono menyatakan sangat mengapresiasi peran komunitas sebagai agen keselamatan berkendara.
“Komunitas sendiri memiliki peran penting, di sana juga terdapat edukasi mengenai bagaimana berkendara yang baik. Lebih dari itu, seseorang yang masuk komunitas akan lebih paham mengenai rambu lalu lintas,” ujar Condro di sela-sela acara Astra Road Safety First, Kamis (19/11/2015).

Di sela-sela acara ketua TIM yang mewakili Komunitas DAI Yono Maulana mengatakan, Kami bukan Tuhan yang bisa menunda kematian, kami bukan malaikat yang berhak mencatat sebab akibat, kami hanya ingin sedikit berperan, dalam sebuah gagasan dan tindakan, berpartisipasi menekan angka kematian akibat kecelakaan. Kami mencoba melakukan, mengajak, memahami, melaksanakan ketertiban, demi Keselamatan Bersama dalam berkendara dan berlalu lintas, menuju Indonesia Satu, Keselamatan Nomor Satu!

DAI207

Senin, 09 November 2015

STRATEGI HADAPI KEBIJAKAN BPJS


Setelah masa kemerdekaan Bangsa Indonesia salah satu manfaat yang paling dirasakan oleh rakyat Indonesia mungkin adalah salah satunya adanya Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Kehadiran BPJS tentunya merupakan sebuah produk pemerintah  yang dirasakan oleh masyarakat khususnya mereka yang tidak mampu, dengan adanya BPJS masyarakat tidak tidak perlu lagi khawatir soal pembiayaan rumah sakit.

Dana BPJS adalah uang rakyat yang dikelolah dengan system gotong royong oleh pemerintah dalam hal ini BPJS, dimana masyarakat mampu membantu masyarakat yang tidak mampu. Pada awalnya hadir dengan segara pro dan kontra keberadaan BPJS bahkan sampai fatwa ulama turun, pemerintah tidak bergeming program ini terus berjalan. Dan harus di akui, sampai hasil survey mengatakan bahwa BPJS adalah manfaat yang paling dirasakan dan disukai oleh masyarakat dengan persentasi tertinggi. Jumlah kepesertaan sampai dengan 30  Oktober 2015 sebanyak 153.721.329 (sumber : http://bpjs-kesehatan.go.id).

Jika berbicara peserta tentunya berbicara juga Fasilitas Kesehatan (Faskes) adalah fasilitas kesehatan yang melayani peserta BPJS mulai dari Puskesmas, dokter praktek, klinik, rumah sakit, apotek, dan optic. Harapan pemerintah dan para peserta BPJS adalah faskes bisa melayani dengan baik dan tentunya memiliki kinerja keuangan juga harus baik. Masih ingat di awal-awal ada kebijakan BPJS beberapa rumah sakit lainnya menolak kebijakan BPJS karena dinilai rendahnya iuran yang dibayarkan tidak sesuai terlebih mereka adalah rumah sakit swasta yang biaya operasionalnya harus ditanggung sendiri.

Rumah Sakit Wajib Melayani Peserta BPJS
Pernah dengan tegas Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa untuk RS Swasta yang tidak mau bekerjasama atau melayani Pasien BPJS akan dikenakan sanksi, seperti pencabutan ijin operasional. Ini sesuai dengan UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan mengamanatkan RS tidak boleh menolak pasien yang membutuhkan pelayanan gawat darurat. “Kalau RS menolak maka terancam sanksi pidana. Pasal 32 ayat (2) mengatur bahwa  dalam keadaan darurat, fasilitas pelayanan kesehatan, baik pemerintah maupun swasta dilarang menolak pasien dan/atau meminta uang muka. Jika larangan ini dilanggar, maka berdasarkan Pasal 190, Pimpinan fasilitas pelayanan kesehatan dan/atau tenaga kesehatan dapat dipidana dengan pidana penjara paling lama dua tahun dan denda paling banyak Rp200 juta. Ancaman pidana lebih berat jika akibat penolakan itu, pasien mengalami kecacatan atau kematian, yakni pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp1 miliar.

BEROBAT GRATIS PELAYANAN PRIMA
Teori Biaya mahal pelayanan prima rupanya harus di teliti kembali jika kita berbicara era BPJS, bagaimana tidak hak-hak pasien adalah sama, baik BPJS maupun biaya mandiri. Pasien BPJS tidak bisa dinomor dua atau tigakan, rumah sakit saat ini tentu saja harus memiliki paradigma berbeda dan harus berubah, karena apa, kalaupun mereka pasien BPJS mereka memiliki hak untuk melaporkan kepada BPJS terkait dengan pelayanan rumah sakit terlebih kecurangan rumah sakit. Saat rumah sakit memutuskan kerjasama dengan BPJS harus sadar sepenuhnya kebijakan BPJS akan menjadi bagian dari kebiajakan rumah sakit. Rumah sakit adalah pelayanan kesehatan rujukan setelah puskesmas atau dokter praktek, dengan demikian saat pasien mengetahui pelayanan yang tidak baik maka mereka bisa memutuskan untuk dirujuk ke rumah sakit yang menurut mereka lebih baik.

Hal lain yang perlu di pertimbangkan adalah, semakin terus bergesernya tingkat pasien jaminan pribadi ke BPJS secara signifikan merupakan fakta yang harus dihadapi, pasien BPJS tidak bisa dipandang sebelah mata, persentasi kunjungan pasien terhadap rumah sakit berubah menjadi 70% BPJS dan 30% adalah pasien umum atau jaminan pribadi selama periode 1 tahun. Data ini sesuai dengan data yang dimiliki oleh penulis dari salah satu rumah sakit di daerah Brebes (Dera As-Syifa Banjarharjo). 

Dengan tingginya angka ketidakpuasan pelayanan peserta BPJS terhadap rumah sakit ini kemudian di akomodir oleh BPJS dengan kebijakan dan peraturan yang terus disempurnakan. Walaupun terkesan dilapangan berubah-ubah, sehingga pada akhirnya BPJS memutuskan bahwa klinik dan rumah sakit harus memenuhi standar pelayanan yang baik dan memiliki indicator yang jelas. Apa acuan dan harapan BPJS terhadap Rumah sakit ? Rumah Sakit Harus Di Akreditasi oleh KARS versi 2012 bahkan menurut kabar akan hadir Akreditasi KARS-2015 melihat kondisi ini sepertinya BPJS tidak main-main dalam menseleksi rumah sakit yang hendak bekerjasama dengan BPJS.

STRATEGI RUMAH SAKIT DI ERA BPJS
Dalam menghadapi era BPJS tidaklah mudah, terlebih untuk rumah sakit, perlu Pemikiran, strategi, pengertian, kesepahaman dan kesepakatan bersama diseluruh internal rumah sakit, baik itu Dokter, Staf Perawat, Staf umum dan Manajemen. Jika tidak cermat dan hati-hati cerita tentang lonjakan pasien rumah sakit namun malah merugi akan menjadi rangkaian cerita ironi. Dari itulah perlu langkah-langkah strategic dan taktik yang baik dalam melaksanakan kebijakan JKN.

Beberapa pertanyaan strategis harus mampu dijawab, diantaranya adalah ;
1.     seperti apa situasi kita sekarang ?
o   sumber dan kemampuan apa yang dimiliki ?
o   Kekuatan dan kelemahan rumah sakit
o   Terjadi perubahan dilingkungan bisnis seperti apa ?
2.     Kita mau pergi kemana ?
o   Visi manajemen dan Misi rumah sakit kedepan ?
o   Kelompok pelanggan baru apa yang ingin dikejar ?
o   Kemampuan apa yang harus dibangun               
3.     Bagaimana kita bisa sampai kesana ?
o   Sudahkah kita memiliki pedomannya ?
o   Gunakan skala prioritas untuk belanja
o   Pilih Mode pertumbuhan : Pertumbuhan organic, merger dan akuisisi, aliansi

MAMPUKAH RS TETAP EKSIS DAN TUMBUH DENGAN PASIEN BPJS ?
Pertanyaan ini mungkin banyak keluar dari para pemilik dan pengelola rumah sakit, mampukah rumah sakit tetap eksis dan tumbuh dengan pasien BPJS ? jawabannya adalah, Mampu!!! Jika strategi dan implementasinya tepat.

Bahaya terbesar saat perubahan adalah bertindak dengan menggunakan logika yang kemarin! (Peter F.Drucker) maksudnya adalah pada saat kita memasuki era baru pelayanan kesehatan maka sebaiknya kita gunakan cara dan logika yang baru juga, jangan saat ada kebijakan baru kita masih menggunakan cara dan logika lama, sudah pasti tidak akan sesuai bahkan kerugian yang akan terjadi.

Hal pertama yang harus dirubah rumus dan pola pelayanan BPJS adalah merubah dari Fee For Servicess menjadi INA CBG, penjelasannya adalah Fee For Services : Cost + Profit = Price  jika sebelumnya kita membuat tariff rumah sakit itu dengan Biaya ditambah Keuntungan sama dengan Tarif Rumah Sakit, pada saat era JKN hal ini tepat lagi dilakukan dan sebaiknya merubah rumusnya dengan tariff - Cost = Profit maksudnya adalah tariff rumah sakit dikurangi Biaya sama dengan Keuntungan rumah sakit, strategi inilah yang digunakan oleh RS An-Nisa Tangerang dibawah Kepemimpinan dr. Ediansyah MARS yang disampaikan pada saat Kongres PERSI 2015 di JCC Jakarta.

TENTUKAN BISNIS MODEL RUMAH SAKIT
Sebagai pengelola rumah sakit kiranya wajib menentukan bisnis model, sehingga apa yang dilakukan dilapangan dan akibatnya pada dampak resiko tidak besar. Katakanlah saat ini rumah sakit sudah bekerjasama dengan BPJS, namun demikian tetap harus mempertimbangkan dan menentukan arah kebijakan rumah sakit mau seperti apa dan dibawa kemana.

A.     Segmen Pelanggan
Lakukan segmentasi pelanggan, apakah rumah sakit anda terdiri dari pasien jaminan BPJS, Asuransi lainnya, dan Biaya Pribadi. Presentasikan dan kelompokan masing-masing pelanggan tersebut dengan menggunakan peta pelaggan.

B.     Proposisi Nilai
nilai apa yang akan diberikan oleh rumah sakit kepada pasien yang dilayani, dengan keunggulan, atau mutu dan kualitas, atau bahkan perbedaan yang menonjol dari rumah sakit lainnya.

C.     Saluran Pemasaran
Saluran pemasaran pada rumah sakit salah satunya adalah bagaimana bisa membuat dan mensepakati system rujukan pasien dari PPK 1 ke rumah sakit dan selanjutnya ke rujukan keatasnya jika diperlukan. Ini tentu harus menjadi kesepakatan dan pemahaman aturan JKN itu sendiri, tidak terjadi Fraud baik dari sisi Masyarakat, Rumah sakit maupun BPJS itu sendiri.

D.    Hubungan Pelanggan
Pentingnya hubungan pelanggan dalam hal ini masyarakat sebagai pasien rumah sakit. Hubungan baik itu bisa berupa penyuluhan kepada masyarakat, edukasi, santunan dan sampai pada pengobatan gratis dan sebagainya. Namun hal yang paling penting dari arti hubungan pelanggan adalah bagaimana rumah sakit mampu melayani pasien BPJS dengan PRIMA.

E.     Hitung Pendapatan
Menghitung pendapatan tentu saja merupakan aktifitas yang biasa dilakukan oleh semua bisnis. Namun untuk BPJS perlu lebih cermat dan hati-hati dalam melakukan penghitungan. BPJS sebaiknya jangan di hitung secara Parsial atau satu persatu pasien melainkan harus dengan Periodik / rentang waktu tertentu sehingga rumah sakit akan bisa melihat nilai keuntungan rumah sakit.

F.     Sumber Utama
Apa yang dimaksud dengan sumber utama ? sumber utama adalah kunci pendapatan utama rumah sakit saat ini. Jika rumah sakit porsentasenya BPJS lebih tinggi dibandingkan dengan pasien umum katakanlah 80% - 20% maka sumber utama rumah sakit adalah pasien BPJS. Manajemen rumah sakit harus sadar betul, bahwa pendapatan utama mereka dari BPJS. Kesadaran ini harus bisa diterima oleh semua komponen mulai dari pimpinan, staf dan dokter serta perawat. Jika semuanya sudah memiliki kesadara sama maka, kebijakan remunerasi juga tentunya akan menyesuaikan dengan pendapatan. Sebagai contoh, jika pasien BPJS akan sangat sulit bagi rumah sakit jika Dokter yang dibayar harus disamakan honornya dengan pasien jaminan biaya pribadi. Jadi saat rumah sakit menerima pasien BPJS sudah harus disiapkan perhitungan honorarium yang menyesuaikan tariff BPJS sehingga tidak terjadi kerugian bagi rumah sakit.

G.     Aktifitas Kunci
Clinical Pathway Urutan optimal dan waktu intervensi oleh dokter, perawat dan disiplin lainnya untuk diagnosis atau prosedur tertentu, yang dirancang untuk meminimalkan penundaan dan sumber daya pemanfaatan dan untuk memaksimalkan kualitas pelayanan.  Aktifitas kunci adalah aktifitas penting dalam proses tersebut. 

Jika rumah sakit Type D ya rumah sakit harus melayani pasien sesuai dengan kelas rujukannya. Atau sebaliknya rumah sakit karena tidak mau rugi maka pasien main rujuk ke rumah sakit diatasnya. Saat penerimaan pasien rumah sakit harus menggunakan

H.    Mitra Utama
Rumah sakit harus memiliki hubungan harmonis dengan mitra kunci atau mitra utama, dalam hal ini mitra utama rumah sakit adalah Pemerintah, Dokter, Farmasi dan Karyawan. Perusahaan yang bekerjasama dan semua mitra yang dianggap turut serta memiliki peran lebih dalam berbisnis.

I.      Struktur Biaya
Struktur biaya dalam pengelolaan rumah sakit harus benar secara kaidah akuntasi keuangan, mampu memilah pembiyaan yang prioritas dan yang tidak. Diharapkan didukung dengan system dan teknologi informasi yang memadai akan memudahkan pengelola rumah sakit dalam melihat performance keuangan bisnisnya.

STRATEGI KOMPETITIF
Dalam menjalankan rumah sakit pengelola harus menemukan strategi apa yang ingin dibuat, apakah Low Cost / berbiaya rendah, atau pelayanan bermutu ? atau focus pada segmen pelanggan tertentu ? petakan pelanggan kemudian tentukan strategi apa yang akan digunakan.

STRATEGI FUNGSIONAL
Berbicara Bisnis Strategi tentunya harus didukung dengan Fungsional Strategi. Strategi fungsional Apa yang harus disiapkan ?
a.     Strategi Sumber Daya Manusia
Pengetahuan manajemen dalam rangka menjalan rumah sakit sangatlah penting, kemampuan dan keahlian dari sumber daya manusia yang menduduki fungsi masing-masing menjadi factor utama. Usahakan jangan sampai salah melakukan penetapan sumberdaya mansusia dimasing-masing bagian. Terutama para manager yang secara teknis harus memahami dan menguasai pekerjaan mereka.

b.     Strategi Operasional
Strategi operasional terkait dengan operasional yang ramping, struktur manajemen yang tidak terlalu lebar rentang kendalinya, sehingga bisa lebih efektif. Suplay chain management menjadi penting sehingga efisien dan efektifitas bisa terwujud dan akibatnya adalah kendali biaya bisa diwujudkan dengan baik.

c.      Strategi Pemasaran
Apakah di era BPJS peran marketing atau pemasaran hilang ? menurut penulis tidak! Peran pemasaran tidak hanya mempromosikan, mengajak dan memastikan orang untuk memutuskan berobat di rumah sakit melainkan masih banyak tugas dan tanggungjawabnya salah satunya adalah memastikan pelayanan dan kepuasan pelanggan terpenuhi. Mampu secara responsive terhadap keluhan dan complain pasien. Terus menerus memberikan informasi, promosi kesehatan dan bimbingan kepada masyarakat. Selain itu harus mampu menarik informasi dari luar untuk memberikan masukan kepada manajemen dengan tujuan membangun pelayanan yang bermutu kepada pasien.

d.     Strategi Keuangan
Strategi keuangan pada tiap bisnis mungkin berbeda, namun intinya sama, seluruh bisnis tidak terkecuali rumah sakit tentu ingin mendapatkan profit, keuntungan dari usaha yang dijalankannya. Namun ada hal yang paling pundamental dari bisnis rumah sakit ini adalah strategi keuangan harus mampu melakukan kendali keuangan rumah sakit. Kendali keuangan rumah sakit menjadi penting karena berkaitan dengan operasional dan keberlangsungan hidup rumah sakit itu sendiri. Manajer keuangan ditingkat fungsional harus mampu menjadi filtering awal dan mampu menganalisa kebutuhan prioritas rumah sakit. Mampu membuat laporan keuangan sesuai dengan kaidah keuangan yang benar.

KEPEMIMPINAN TRANSFORMASI BISNIS ANDA
Setelah menentukan Strategi bisnis dan menentukan model bisnis hal yang paling penting adalah peran Pimpinan dalam menjalankan bisnis rumah sakit. Perubahan kebijakan yang sangat cepat perlu pemimpin yang kuat, baik secara pribadi, analisa bisnis dalam mengambil keputusan. Sebaik apapun strategi yang dibuat, sehebat apapun sumber daya manusia yang dimiliki tanpa pimpinan yang kuat itu semua tidak akan menjadi apa-apa. Pimpinan yang memiliki visi dan misi serta konsisten pada keputusan strateginya akan lebih mudah melalui trubulensi perubahan. Arahan, pembinaan dan komunikasi yang terjaga akan membangun tim yang handal dan mampu melihat dampak resiko bisnis dengan baik, mencipatakan budaya organisasi yang optimis. Dengan demikian phenomena tentang BPJS akan bisa diterima bahkan bisa membawa rumah sakit tumbuh dan berkembang.


Penulis :
Yono Maulana S.Kom, MM
Konsultan Manajemen dan Pemasaran RS
Dosen di Beberapa Universitas

Rabu, 14 Oktober 2015

SELAMAT ATAS TERBENTUKNYA CHAPTER BATAVIA

Jakarta 14 Oktober 2015,
Berlokasi di Daihatsu Technical Center, tepatnya Ruang Meeting Ayla, Astra Daihatsu Motor Indonesia, Komunitas Daihastu Ayla Indonesia [DAI] dalam hal ini Chapter Batavia melaksanakan perhelatan yang sangat penting yakni Pemilihan dan Pembentukan Pengurus Chapter Batavia yang sebelumnya adalah wilayah Jabodetabek.

HISTORI
Daihatsu Ayla Indonesia pada awalnya memiliki Chapter pertama kali bernama Chapter Jabodetabek yang menggabungkan antara lain, Jakarta, Bogor, Tangerang, Depok dan Bekasi, seiring pertumbungan anggota di DAI Jabodetabek maka penanganan dan manajerial sampai ke wilayah sangatlah penting. Ditambah lagi dengan ke vakum an ketua Jabodetabek maka perlu diadakan langkah-langkah strategic untuk melakukan perbaikan. Maka pada tanggal 10 Oktober 2015 telah disepakati oleh seluruh Wilayah bahwa Jabodetabek perlu mengalami perubahan dan pertumbuhan yang baik dengan penanganan sumber daya yang bertanggungjawab dan siap mengurus organisasi secara total.
Melalui Sidang Musyawarah Chapter Luarbiasa maka SEPAKAT CHAPTER JABODETABEK DIHAPUS dan di kembangkan menjadi masing-masing chapter. Dan pada hari itu juga tanggal 10 Oktober 2015  di sepakati oleh semua peserta untuk menjadi ;
1.     CHAPTER BATAVIA
2.     CHAPTER BOGOR
3.     CHAPTER DEPOK
4.     CHAPTER TANGERANG
5.     CHAPTER BEKASI
Ini adalah merupakan cerminan bahwa DAI sangat Dinamis dan menghargai setiap keputusan membernya. Perubahan dan perbaikan dalam sebuah organisasi bukanlah sebuah hal yang tabu, perubahan adalah bentuk dan sikap kedewasaan yang mapan.

MUSYAWARAH CHAPTER BATAVIA
Setelah selesai dan disepakati masing-masing menjadi chapter maka, Chapter Batavia langsung melakukan konsolidasi dalam bentuk formal proses yaitu ;
a.     segera melakukan rapat pemilihan ketua dan pengurus
b.     segera membuat program kerja
dan pada tanggal 14 Oktober 2015 dengan di fasilitasi oleh Astra Daihatsu Motor, maka Chapter Batavia melakukan Musyawarah Chapter dengan agenda sebagai berikut ;
-   Pembuatan Nama Chapter
-   Pemilihan Ketua Chapter (voting)
-   Pemilihan Pengurus
-   Pemilihan Ketua Wilayah & Pengurus
-   Garis Besar Program Kerja

SUSUNAN PENGURUS CHAPTER BATAVIA PERIODE 2015-2016
Dari hasil Musyawarah Chapter maka di dapatkan hasil sebagai berikut ;
Nama Chapter : CHAPTER BATAVIA
Nama Ketua Chapter Batavia : Om Ari Mardianto

Susunan Pengurus 2015-2016
Penasehat                    : Om H. Opa Zaenal Arifin
Penasehat II                 : Om Lendy

Ketua                           : Om Ari Mardianto
Wakil Ketua                : Om Agus

Sekretaris                    :
Bendahara                   : Om Salman
Humas dan Kerjasama : Om Khoir

Kordinator Wilayah    : Om Ari Sobari
Dokumentasi & Publikasi : Om Oge

Untuk penyempurnaan pengurus ketua dan wakil ketua memiliki HAK PREOGRATIF untuk menentukan siapa pengurus didalamnya.

10 GARIS BESAR PROGRAM KERJA CHAPTER BATAVIA
selain membentuk kepengurusan tim langsung membuat program kerja, program kerja dibuat dengan system Garis Besar Program Kerja, maksudnya adalah program kerja yang dibuat oleh chapter merupakan pedoman, dalam 10 garis program kerja tentunya memiliki sub program yang nantinya bisa disesuaikan dengan waktu, kreatifitas dan penananggungjawab.

Adapun 10 GARIS BESAR PROGRAM KERJA CHAPTER BATAVIA 2015 adalah sebagai berikut ;

1.     ULTAH DAI (Mendukung program pusat)
2.     PROGRAM RAMADHAN (mendukung program pusat)
3.     HALAL BIHALAL (mendukung program pusat)
4.     JAMBORE NASIONAL
5.     KOPDAR WAJIB 3 BULAN SEKALI
6.     BAKTI SOSIAL / LOKAL / NASIONAL
7.     PROGRAM EDUCATION MEMBERS
8.     TURRING WAJIB
9.     KOPDAR SEHAT
10.  DOMPET BATAVIA
Untuk lebih jelas dan mengetahui Timeline Program kerja tersebut, silahkan langsung komunikasi dengan Pengurus. Dengan menggunakan media dan wahana Kopdar.

BERJALAN SUKSES
Acara yang disusun sangat rapi dan terencana, serta didukung dengan ide dan pemikiran yang baik, saling dukung, melalui proses argumentasi, perdebatan dan diakhiri kesepakatan adalah proses pembentukan chapter Batavia.

Dengan melalui kaidah-kaidah proses organisasi yang baik dengan membentuk tim Presidium terlebih dahulu tentunya membantu para peserta untuk tetap berada pada koridor pembahasan dan focus pada tujuan. Adapun tim Presidium di pimpin oleh Om Yono DAI 207 dan didampingi oleh Om Salman dan Om Agus. Sehingga dengan demikian proses dan hasil dari rapat Musyawarah Chapter Batavia 2015 dianggap SAH!! Dan melalui Proses tertib Adminstrasi dan Legal Aspek.

PESAN SAHABAT DAI
Sebelum acara ditutup ketua presidium mempersilahkan pesan, arahan dan bimbingan untuk pengurus yang telah terbentuk, diantaranya adalah Om Aries sebagai penasehat DAI memberikan arahan dan pesan, bahwa “Buatlah DAI untuk lebih Manfaat, lakukan dengan tulus, dan tolong lebih serius dalam mengurus member, kedepankan kemanusiaan dan jangan lupa Cahpter Batavia segera MENENTUKAN KANTOR SEKRETARIAT”
Pesan lain juga disampaikan oleh Om Ari, sebagai Koordinator Wilayah, “diharapkan setelah kita membangun Chapter dan pengurus, semakin solid, tidak berjalan masing-masing, tetaplah ada program untuk semua chapter, terus jalin komunikasi, jangan merasa ego dan pinter sendiri, kita sama, dan kita bisa bahagia bersama semoga kebersamaan dan soliditas kita tetap terjaga”

Dengan demikian selesai sudah proses legal yang dilalui dengan baik, demokratis dan langsung, lancar dan sukses tanpa hambatan.

Kami atas nama DAI mengucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya kepada Astra Daihatsu Motor yang telah memfasilitasi proses Musyawarah Chapter, dan telah memfasilitas Ruang meeting dengan nama Ruang Meeting AYLA, ini sungguh luar biasa, DAI adalah komunitas binaan ADM dan kita wajib menjaga nama baik DAI dan tentunya produk-produk Daihatsu Motor Indonesia.

SALAM INDONESIA, SALAM DAIHASTU AYLA INDONESIA, SALAM PERSAUDARAAN TANPA BATAS.

[Reportase DAI-207]

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Hostgator Coupon Code