Rabu, 14 Oktober 2015

SELAMAT ATAS TERBENTUKNYA CHAPTER BATAVIA

Jakarta 14 Oktober 2015,
Berlokasi di Daihatsu Technical Center, tepatnya Ruang Meeting Ayla, Astra Daihatsu Motor Indonesia, Komunitas Daihastu Ayla Indonesia [DAI] dalam hal ini Chapter Batavia melaksanakan perhelatan yang sangat penting yakni Pemilihan dan Pembentukan Pengurus Chapter Batavia yang sebelumnya adalah wilayah Jabodetabek.

HISTORI
Daihatsu Ayla Indonesia pada awalnya memiliki Chapter pertama kali bernama Chapter Jabodetabek yang menggabungkan antara lain, Jakarta, Bogor, Tangerang, Depok dan Bekasi, seiring pertumbungan anggota di DAI Jabodetabek maka penanganan dan manajerial sampai ke wilayah sangatlah penting. Ditambah lagi dengan ke vakum an ketua Jabodetabek maka perlu diadakan langkah-langkah strategic untuk melakukan perbaikan. Maka pada tanggal 10 Oktober 2015 telah disepakati oleh seluruh Wilayah bahwa Jabodetabek perlu mengalami perubahan dan pertumbuhan yang baik dengan penanganan sumber daya yang bertanggungjawab dan siap mengurus organisasi secara total.
Melalui Sidang Musyawarah Chapter Luarbiasa maka SEPAKAT CHAPTER JABODETABEK DIHAPUS dan di kembangkan menjadi masing-masing chapter. Dan pada hari itu juga tanggal 10 Oktober 2015  di sepakati oleh semua peserta untuk menjadi ;
1.     CHAPTER BATAVIA
2.     CHAPTER BOGOR
3.     CHAPTER DEPOK
4.     CHAPTER TANGERANG
5.     CHAPTER BEKASI
Ini adalah merupakan cerminan bahwa DAI sangat Dinamis dan menghargai setiap keputusan membernya. Perubahan dan perbaikan dalam sebuah organisasi bukanlah sebuah hal yang tabu, perubahan adalah bentuk dan sikap kedewasaan yang mapan.

MUSYAWARAH CHAPTER BATAVIA
Setelah selesai dan disepakati masing-masing menjadi chapter maka, Chapter Batavia langsung melakukan konsolidasi dalam bentuk formal proses yaitu ;
a.     segera melakukan rapat pemilihan ketua dan pengurus
b.     segera membuat program kerja
dan pada tanggal 14 Oktober 2015 dengan di fasilitasi oleh Astra Daihatsu Motor, maka Chapter Batavia melakukan Musyawarah Chapter dengan agenda sebagai berikut ;
-   Pembuatan Nama Chapter
-   Pemilihan Ketua Chapter (voting)
-   Pemilihan Pengurus
-   Pemilihan Ketua Wilayah & Pengurus
-   Garis Besar Program Kerja

SUSUNAN PENGURUS CHAPTER BATAVIA PERIODE 2015-2016
Dari hasil Musyawarah Chapter maka di dapatkan hasil sebagai berikut ;
Nama Chapter : CHAPTER BATAVIA
Nama Ketua Chapter Batavia : Om Ari Mardianto

Susunan Pengurus 2015-2016
Penasehat                    : Om H. Opa Zaenal Arifin
Penasehat II                 : Om Lendy

Ketua                           : Om Ari Mardianto
Wakil Ketua                : Om Agus

Sekretaris                    :
Bendahara                   : Om Salman
Humas dan Kerjasama : Om Khoir

Kordinator Wilayah    : Om Ari Sobari
Dokumentasi & Publikasi : Om Oge

Untuk penyempurnaan pengurus ketua dan wakil ketua memiliki HAK PREOGRATIF untuk menentukan siapa pengurus didalamnya.

10 GARIS BESAR PROGRAM KERJA CHAPTER BATAVIA
selain membentuk kepengurusan tim langsung membuat program kerja, program kerja dibuat dengan system Garis Besar Program Kerja, maksudnya adalah program kerja yang dibuat oleh chapter merupakan pedoman, dalam 10 garis program kerja tentunya memiliki sub program yang nantinya bisa disesuaikan dengan waktu, kreatifitas dan penananggungjawab.

Adapun 10 GARIS BESAR PROGRAM KERJA CHAPTER BATAVIA 2015 adalah sebagai berikut ;

1.     ULTAH DAI (Mendukung program pusat)
2.     PROGRAM RAMADHAN (mendukung program pusat)
3.     HALAL BIHALAL (mendukung program pusat)
4.     JAMBORE NASIONAL
5.     KOPDAR WAJIB 3 BULAN SEKALI
6.     BAKTI SOSIAL / LOKAL / NASIONAL
7.     PROGRAM EDUCATION MEMBERS
8.     TURRING WAJIB
9.     KOPDAR SEHAT
10.  DOMPET BATAVIA
Untuk lebih jelas dan mengetahui Timeline Program kerja tersebut, silahkan langsung komunikasi dengan Pengurus. Dengan menggunakan media dan wahana Kopdar.

BERJALAN SUKSES
Acara yang disusun sangat rapi dan terencana, serta didukung dengan ide dan pemikiran yang baik, saling dukung, melalui proses argumentasi, perdebatan dan diakhiri kesepakatan adalah proses pembentukan chapter Batavia.

Dengan melalui kaidah-kaidah proses organisasi yang baik dengan membentuk tim Presidium terlebih dahulu tentunya membantu para peserta untuk tetap berada pada koridor pembahasan dan focus pada tujuan. Adapun tim Presidium di pimpin oleh Om Yono DAI 207 dan didampingi oleh Om Salman dan Om Agus. Sehingga dengan demikian proses dan hasil dari rapat Musyawarah Chapter Batavia 2015 dianggap SAH!! Dan melalui Proses tertib Adminstrasi dan Legal Aspek.

PESAN SAHABAT DAI
Sebelum acara ditutup ketua presidium mempersilahkan pesan, arahan dan bimbingan untuk pengurus yang telah terbentuk, diantaranya adalah Om Aries sebagai penasehat DAI memberikan arahan dan pesan, bahwa “Buatlah DAI untuk lebih Manfaat, lakukan dengan tulus, dan tolong lebih serius dalam mengurus member, kedepankan kemanusiaan dan jangan lupa Cahpter Batavia segera MENENTUKAN KANTOR SEKRETARIAT”
Pesan lain juga disampaikan oleh Om Ari, sebagai Koordinator Wilayah, “diharapkan setelah kita membangun Chapter dan pengurus, semakin solid, tidak berjalan masing-masing, tetaplah ada program untuk semua chapter, terus jalin komunikasi, jangan merasa ego dan pinter sendiri, kita sama, dan kita bisa bahagia bersama semoga kebersamaan dan soliditas kita tetap terjaga”

Dengan demikian selesai sudah proses legal yang dilalui dengan baik, demokratis dan langsung, lancar dan sukses tanpa hambatan.

Kami atas nama DAI mengucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya kepada Astra Daihatsu Motor yang telah memfasilitasi proses Musyawarah Chapter, dan telah memfasilitas Ruang meeting dengan nama Ruang Meeting AYLA, ini sungguh luar biasa, DAI adalah komunitas binaan ADM dan kita wajib menjaga nama baik DAI dan tentunya produk-produk Daihatsu Motor Indonesia.

SALAM INDONESIA, SALAM DAIHASTU AYLA INDONESIA, SALAM PERSAUDARAAN TANPA BATAS.

[Reportase DAI-207]

Selasa, 06 Oktober 2015

PERLUKAH ORGANISASI BERUBAH ?

sebuah organisasi apapun itu basisnya, apakah basis profit maupun non profit tentunya memiliki perjalanan dan sejarah. pertanyaannya adalah jika sebuah organisasi hoby, perlukan ada perubahan dan perbaikan ? jawabannya adalah ; 
  1. kita harus tahu terlebih dahulu alasan, dasar serta memiliki data dan fakta mengapa organisasi tersebut harus mengalami perubahan. 
  2. dasar nya adalah salah banyaknya adalah, mungkin dari apakah organisasi tersebut sudah tidak maksimal dalam menjalankan program ? apakah dalam organisasi tersebut ada ketidak stabilan pengurus organisasi dalam strutural ? atau bahkan ada yang bermasalah , bermasalah hukum, adat istiadat ataupun lainnya yang memberikan pengaruh terhadap berjalannya organisasi tersebut. 
  3. perubahan seperti apa yang paling cocok untuk masalah yang ditemukan ?  
sebaiknya cobalah inventarisir masalah, sebelum kita menghendaki perubahan, memang betul organisasi perlu berubah, namun harus menjadi perhatian juga, perubahan tidak serta merta akan menghasilkan lebih baik dari sebelumnya. 

jika telah melalui proses analisa masalah, kemudian melakukan inventarisir masalah, mendapatkan temuan-temuan secara nyata dan ada data yang bisa di paparkan baru lah kita bisa mencari kesepakatan untuk sebuah keputusan bahwa perubahan ini memang harus di lakukan. 

perlu kacamata positif dalam memandanga persoalan organisasi, dan menyampingkan kepentingan pribadi, supaya bisa berfikir jernih dan kreatif. sehingga hasil yang didapatkan bisa diterima dengan akal sehat dan semua orang. 

yang harus kita sepakati adalah ;
perubahan organisasi itu wajar selama syarat untuk berubah ke arah yg lebih baik itu mendukung, 
perubahann itu biasanya ada dorongan, baik dari DALAM maupun dari LUAR. untuk mendorong perubahan perlu diperhatikan tahapan-tahapan perubahan, minimal harus ;
1. TAHAP IDENTIFIKASI ; yang merupakan tahap mengindentiikasi perubahan, seorang atau kelompok ini harus mampu mengenal kebutuhan perubahan dan bisa mengindentifikasi tipe perubahan. 
2. TAHAP PERENCANAAN : tahapan perencanaan perubahan  harus dianalisis mengenai diagnostik situasional tehnik, pemilihan strategi umum, dan pemilihan.   Dalam proses ini perlu dipertimbangkan adanya faktor pendukung sehingga perubahan dapat terjadi dengan baik.
3. TAHAP IMPLEMENTASI : tahap implementasi perubahan dimana terjadi proses pencairan, perubahan dan pembekuan yang diharapkan.  Apabila suatu perubahan sedang terjadi kemungkinan timbul masalah. Untuk itu perlu dilakukan monitoring perubahan.
4. TAHAP EVALUASI DAN UMPAN BALIK : Untuk melakukan evaluaasi diperlukan data, oleh karena itu dalam tahap ini dilakukan pengumpulan data dan evaluasi data tersebut.  Hasil evaluasi ini dapat di umpan balik kepada tahap 1 sehingga memberi dampak pada perubahan yang diinginkan berikutnya

nah apabila bisa melakukan langkah-langkah ini dengan baik maka perubahan organisasi dipastikan harus berubah. tentunya dengan temuan data yang bisa mendukung untuk perubahan.     

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Hostgator Coupon Code